
Panitia Pembangunan Masjid Raya Mujahidin memberikan penawaran “lelang” lantai masjid bagi masyarakat Kalimantan Barat. Lelang yang dimaksud adalah penawaran kepada masyarakat untuk membeli lantai masjid. Caranya,dengan memberikan sumbangan untuk pemasangan lantai yang rencananya akan menggunakan batu granit tersebut. “Jadi dengan ini memberikan penawaran kepada masyarakat luas untuk membeli lantai masjid Mujahidin. Harganya Rp700 ribu permeter persegi,”kata Bendahara Pembangunan Masjid Mujahidin Rusliansyah D Tolove, kemarin (24/7).
Lelang lantai ini, kata Rusliansyah, adalah salah satu upaya untuk mempercepat pembangunan masjid terbesar di Kalbar itu. Masjid Mujahidin akan memiliki lantai seluas 3600 meter persegi. “Lelang ini sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan masjid kebanggaan kita bersama ini. Jika satu warga bisa membeli satu meter persegi saja, maka hanya diperlukan 3600 warga saja untuk menyelesaikan pembangunan lantai masjid tersebut,” katanya. Ditargetkan, jika banyak warga yang menyumbang, pada Oktober mendatang Masjid Mujahidin sudah bisa digunakan untuk melaksanakan Salat Idul Adha.
Saat ini, pembangunan Mujahidin sudah mencapai 53 persen. Pantauan Pontianak Post, pembangunan Masjid Mujahidin sudah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. “Pada Oktober itu diharapkan tiang kubah sudah diselesaikan. Lantai masjid juga sudah selesai dipasang, sehingga bisa digunakan untuk shalat Idul Adha,”tambah pria yang akrab dipanggil Pak Haji ini. Rusliansyah berharap masyarakat Kalbar, baik masyarakat umum, pejabat pemerintah, pengusaha,hingga para tokoh masyarakat bisa menyisihkan uang untuk membantu pembangunan Mujahidin Saat ini panitia masih membutuhkan sekitar Rp25 miliar untuk menyelesaikan pembangunan mujahidin.
Dana yang sudah terkumpul sebesar Rp54,5 miliar dari total Rp80miliar yang dibutuhkan. “Sumbangan Masjid ini adalah amal jariyah. Karena masjid itu akan terus digunakan untuk aktivitas ibadah. Selama masjid ini terus dipergunakan maka pahala akan terus mengalir pada mereka yang menyumbang,” kata Rusliansyah.


No comments: